Assalamualaikum....
Dirantai segala rasa
seperti bayangan Si Hitam
yang muncul ketika cahya kelam
lalu menghantui segenap jiwa.
Tanpa sedar semua ditangisi
jiwa tenggelam dalam dimensi ilusi
mulai lupa identiti dan rupa
tentang apa yang sebaiknya dan manakah laluannya.
Buta kerana mengejar dunia
tersungkur kerana manusia jua
alpa dalam memuaskan Sang Jiwa
yang lebih bernafsu memenuhi hendaknya.
Hari demi hari dirangka ayat
moga ada bait yang mengajarnya erti hayat
namun fitrah sifat Si Manusia
Sakit kan menusuk bila melampaui batasanya.
Sungguh untung Si Manusia
punya mulut untuk bicara
punya mata untuk meneliti
punya hati untuk menilai.
Namun apa kau lupa?
diciptakan mu akal sesempurnanya
pembimbing untuk tiap satunya
agar bisa melihat jalan benar sejelasnya.
Turut hati mati
turut badan binasa
apa aku terlupa
dasar apa yng harus ku tunjangi?
Tiada salah bila kau menilai
khabarkan saja duniaku penuh kisah duka
dan jawabku hanya senyuman hingga mati
telah ku kunci luka dalam perkataan bukan dalam kata.
jelas dan nyata sama-sama kita manusia
atau bisa ku katakan kau dan aku adalah pendosa
maka tiap hukum mu ku biar saja
selayaknya kejadian ku maka ku diam bersama doa.
kau bisa berkata apa saja
takkan luak takkan ku terasa
ikrar itu sudah sebati dalam darah dan jiwa
"Tunjukkan Bahagia, Sembunyikan Air Mata".
Si Pemikir?
Si Naif yang Jujur?
Si Pemendam yang Tegar?
itu aku akur!
Si Cemburu?
Si Penakut?
Si Serabut?
Itu smua aku!
Terpamer lewat titian hari
jatuh bangun mengenal diri
pasrah dan akur atas kekurangan
sakit itu mengajar hidup sememangnya punya tujuan.
Saatnya Si Penakut menjadi BERANI
Si Cemburu belajar REDHA
Si Pemikir punya GUNA
Si Jujur lebih BERHATI-HATI.
Jalan itu sebenarnya menanti
hanya selangkah di depan diri
tanyakan tiap hari pada naluri
kerana apa yang dikejar itulah yang dihampiri.
Beri ruang pada diri
ubah bukan hanya pada hidup duniawi
didik sang jiwa untuk berbakti pada yang abadi
akhirnya akhirat itulah destinasi.
Sekian...
:')
MENUNGGU (Original)
LIRIK
rebah ku jatuh menyembah bumi
ditemani air mata
lemah kurasa
seluruh ragaku
hanya menunggu masaku
tuk berakhir
kerna ku rapuh
tak mampu untuk berdiri
gelap pandangan
pedih dijiwa
hanya menunggu masaku
namun tlihat
di hujung sana
ada cahaya
seakan-akan memanggil-manggilku
rapp
kuhapuskan air mataku
cuba bangkit dalam perit
meski plahan ku gagahi
sungguh sungguh
aku benar-benar cuba
ku sadari ku hanya manusia biasa
ujian dan cubaan selayaknya diriku
agar selalu kmbali pada Dia yang satu
ku berdoa moga moga jatuhku nanti
masih ada Dia menemani
p/s: siapa sangka, bila kau renung ke dalam jiwa, dgn akal yang tenang dan berserah kepada-Nya, jawapan pada tiap persoalan akan timbul dengan sendirinya. hidup akhirnya juga mati, yang benar takkan bisa ditutupi, moga para hati yang kusut bisa ditenangi, bila langkahan kaki hanya mencari redhanya ILAHI. betulkan niat dengan lapas "BISMILLAHIRRAMANIRRAHIM"...AL-FATIHAH untukku dan kamu. :')